TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN

 Universitas Pelita Bangsa

Program Studi S1 Manajemen

Ekonomi Manajerial

Nama : Sofia Maharani

NIM : 112010973

Dosen : Abdul Latif.,SE.,MM


A. Pengertian Perilaku Konsumen

Konsumen dapat diartikan sebagai orang atau sekelompok orang yang menggunakan barang dan/ atau jasa untuk keperluan diri sendiri, keluarga, masyarakat, atau makhluk lain dan bukan untuk diperjualbelikan lagi. Artinya, konsumen adalah orang yang mengambil nilai manfaat dari barang dan/ atau jasa tersebut. Sebelum mengkonsumsi barang dan/ atau jasa tersebut, konsumen melewati beberapa tahapan.

Perilaku konsumen menurut Leon Schiffman dan Leslie Kanuk merupakan bagaimana seorang konsumen membuat keputusan sampai mereka mau membelanjakan sumber daya yang mereka miliki untuk mendapatkan apa yang ingin mereka konsumsi. Sumber daya tersebut meliputi waktu, uang, serta tenaga.

Teori tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan: 
- Pendekatan nilai guna(utiliti) kardinal dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif. Dalam pendekatan nlai guna kardinal  Berdasarkan kepada pemisalan ini, dan dengan anggapan bahwa konsumen akan memaksimumkan kepuasaan yang dapat dicapainya,diterangkan bagaimana seseorang akan menentukan konsumsinya ke atas berbagai jenis barang yang terdapat di pasar. 
- Pendekatan nilai guna (utiliti) ordinalDalam pendekatan Nilai guna ordinal, manfaat atau kenikmatan yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak dikuantifikasi. Tingkah laku seorang konsumen untuk memilih barang-barang yang akan memaksimumkan kepuasaanya ditunjukkan dengan bantuan kurva kepuasaan sama,yaitu kurva yang menggambarkan gabungan barang yang akan memberikan nilai guna (kepuasaan) yang sama.
 
Konsep Dasar: Utility

• Utility adalah kepuasan yang diperoleh dalam mengkosumsi barang dan jasa.
• Total Utility adalah kepuasan total dalam mengkonsumsi sejumlah barang dan jasa.
• Marginal utility dalah tambahan kepuasan yang diperoleh dalam menambah satu satuan barang/jasa yang dikonsumsi.
 
Dalam diminishing marginal utility / MU yang menurundengan pendekatan MU ini, kurva MU (yang diukur dengan uang) tidak lain adalah kurva permintaan konsumen, karena menunjukkan tingkat pembelian. 
 
Posisi equilibrium konsumen ialah :


 




Syarat ini bisa dicapai dengan anggapan bahwa konsumen memiliki uang yang cukup untuk dibelanjakan setiap barang sampai MU setiap barang sama dengan harga masing-masing barang.
 
  • Indifference curve
    Indifference curve: adalah kurva yang menghubungkan titik-titik kombinasi dari konsumsi (atau pembelian) barang-barang yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama. Indifference curve memperlihatkan semua kombinasi dari pilihan konsumen yang memberikan tingkat kepuasan atau utility yang sama bagi seseorang atau konsumen.   
 

 

Menambah atau mengurangi konsumsi komoditas X berarti menambah atau mengurangi total kepuasan barang X; yang berdampak pada adanya perubahan marginal utilitinya (MU). Jadi perubahan jumlah X dan Y sama dengan perubahan MU. Kemiringan (slope) kurva indiferens adalah:
 

  • Budget line 
Untuk membangun konsep mengenai preferensi, pertama-tama dibutuhkan mengembangkan konsep apa pilihan yang dibuat oleh konsumen. Daerah yang feasible ditentukan oleh
pendapatan konsumen dan harga barang-barang yang di
konsumsi. Oleh sebab itu untuk mengkaji secara teoritis tentang kemampuan konsumen dalam mengkonsumsi barang atau jasa, faktor-faktor utama berikut ini yang harus diketahui:
Px = harga produk X
Py = harga produk Y
M = pendapatan konsumen
Nilai konsumsi harus lebih kurang atau sama dengan jumlah
pendapatan konsumen.
PxX + PyY  M
 
 
  • Keseimbangan
Tujuan dari model Prilaku Konsumen (consumer behavior) adalah untuk menentukan preferensi, pendapatan dan harga barang mempengaruhi pilihan konsumen (consumer choices).
 
Diasumsikan bahwa tujuan dari konsumen adalah untuk memaksimumkan tingkat kepuasan (utility). Subject to batasan bahwa untuk membeli barang konsumen tidak akan melebihi jumlah pendapatan per periode tertentu yang dapat dia belanjakan.
 
Kepuasan maksimal konsumen akan tercapai pada saat : 

 
yakni jika rasio marginal utility terhadap harga sendiri suatu barang telah sama. 
 
 

Pada umumnya konsumen dalam keadaan seimbang(equilibrium) bila tingkat kemungkinan tertinggi yang ia dapatkan dihadapkan dengan sejumlah pendapatan yang tersedia dan harga barang X dan Y yang berlaku.

Keadaan ini akan terjadi bila kurva indiferens hanya bersinggungan dengan budget line. Equilibrium konsumen adalah kondisi yang dicapai bila pembelian terhadap kombinasi barang oleh konsumen yang memaksimumkan utilitynya subject to budget
constraint (kendala anggaran) dan ini akan tercapai bila konsumsi disesuaikan dengan MRSxy = Px / Py untuk setiap dua barang. 

Komentar