TEORI PRODUKSI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Universitas Pelita Bangsa

Program Studi S1 Manajemen

Ekonomi Manajerial

Nama : Sofia Maharani

NIM : 112010973

Dosen : Abdul Latif.,SE.,MM

A. Bentuk - Bentuk Organisasi Perusahaan

a. Perusahaan Perseorangan

    Perusahaan perseorangan adalah sebuah bentuk usaha yang dimiliki, dijalankan dan ditanggung oleh satu orang saja. Perusahaan perseorangan yang terbanyak jumlahnya dalam perekoonomian. Perusahaan perseorangan biasanya dioperasikan dengan alat produksi dan teknologi yang cukup sederhana. Selain itu, modal yang dibutuhkan dalam proses produksi cukup cekil sehingga jumlah produk yang dihasilkan sedikit. Bahkan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pun tidaklah banyak.

Kelebihan : Kebebasan tidak terbatas dan dapat melakukan apapun tindakan yang dianggapnya akan menguntungkan perusahaan.
Kekurangan : Modal kecil dan sukar untuk memperoleh pinjaman

b. Firma

    Firma adalah sebuah bentuk badan usaha yang dijalankan oleh dua orang atau lebih (disebut Firmant) dengan memakai nama bersama atau satu nama yang digunakan bersama untuk memperluas usahanya. Firma ini menjadi persekutuan dari beberapa badan usaha yang kemudian menjalankan bisnis antara dua orang atau lebih menggunakan satu nama. Di mana setiap anggotanya mempunyai tanggung jawab penuh atas kemajuan perusahaan. Nah, di Indonesia sendiri firma sudah masuk dan diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) serta Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).

Kelebihan : Jumlah modal yang bisa didapatkan jauh lebih besar dari milik perseorangan. Sebab modal merupakan gabungan dari setiap anggota.
Kekurangan : Karena perusahaan dijalankan oleh lebih dari satu orang, maka juga rawan terjadi konflik antar anggota.

c. Perseroan Terbatas

    Perseroan terbatas (PT) adalah suatu badan hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan bisa dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

Kelebihan : Bentuk badan hukum membuat PT terjamin eksistensinya, meski terjadi pergantian kepemilikan.
Kekurangan : Butuh dana besar untuk mendirikannya.

B. Bentuk Lain Organisasi Perusahaan

a. BUMN

    Perusahaan ini dikelola oleh negara pada umumnya seperti perseroan terbatas. Namun, letak perbedaanya yaitu saham dari perusahaan BUMN ini dimiliki oleh pemerintah. Pengurus juga diangkat dan diberhentikan oleh pemerintah. Contoh : Perusahaan listrik, air, dan pos. 

b.Perusahaan koperasi 

Koperasi konsumsi
Menjalankan kegiatan membeli barang-barang dan kemudian menjualnya kepada anggota. Keuntungan yang diperoleh akan dibagikan kepada seluruh anggota.
 
Koperasi produksi 
Koperasi ini berusaha agar hasil produksi para anggotanya dapat dijual dengan harga yang tinggi dan tidak ditindas para pembeli.  

Koperasi kredit 
Badan pinjam meminjam yang meminjamkan uang kepada para anggotanya dengan tingkat bunga yang relatif rendah.

c. Perusahaan ditinjau dari sudut teori ekonomi

    Dalam teori ekonomi, analisis yang dibuat tidak membedakan jenis dan bentuk perusahaannya. Berbagai jenis perusahaan dipandang sebagai unit-unit badan usaha yang mempunyai tujuan yang sama, yaitu mencapai keuntungan maksimum. Oleh karena itu, mereka menjalankan usaha yang bersamaan yaitu mengatur penggunaan faktor-faktor produksi dengan cara seefisien mungkin.
 
Cara untuk mencapai tujuan memaksimumkan laba : 
Ketika hasil penjualan melebihi biaya produksi maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan. Sebaliknya ketika biaya produksinya melebihi hasil penjualan akan mengalami kerugian. Masalah pokok yang dihadapi yaitu bagaimana komposisi faktor produksi yang digunakan untuk menciptakan tingkat produksi tinggi dan meminimumkan biaya produksi.

d. Fungsi produksi 

    Fungsi produksi yaitu hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang diciptakan. Faktor produksi : 
1. Tenaga kerja
2. Tanah
3. Modal 
4. Keahlian keusahawanan

Dalam teori ekonomi tenaga kerja adalah satu-satunya faktor yang berubah jumlahnya. 

e. Peminimuman biaya produksi

    Dalam menentukan komposisi faktor produksi yang akan meminimumkan biaya produksi, produsen perlu memperhatikan :
1. Besarnya pembayaran kepada faktor produksi tambahan yang digunakan.
2. Besarnya pertambahan hasil penjualan yang diwujudkan oleh faktor produksi yang ditambah tersebut. 
Contoh :







Faktor produksi yang dipilih adalah faktor produksi A karena biayanya lebih murah tetapi tambahan hasil penjualan sama dengan faktor produksi B.

f. Teori Produksi Sederhana

    Teori produksi sederhana yang menggambarkan tentang hubungan diantara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Faktor produksi selain tenaga kerja dianggap tetap dan tidak mengalami perubahan. 

g. Law of diminishing return

    Hukum ini menyatakan bahwa : Apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (L) terus menerus ditambah 1 unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif. 
 
Terdapat 3 tahap yang terdapat dalam hukum hasil lebih yang semakin berkurang. 
1. Tahap pertama : Produksi total mengalami pertambahan yang semakin cepat.
2. Tahap kedua : Produksi total pertambahannya semakin lambat.
3. Tahap ketiga : Produksi total semakin lama semakin berkurang















h. Produksi Total, Produksi Rata - Rata dan Produksi Marginal

Produksi Marginal :

        MP = ∆TP/∆L
    Ket :
    TP : Pertambahan produksi total
    L : Pertambahan tenaga kerja

Produksi Rata-Rata :

        AP = TP/L

i. Teori Produksi Dengan Dua Variabel

    Asumsi :
1. Faktor produksi yang berubah adalah tenaga kerja dan modal
2. Kedua fakto tersebut digantikan fungsinya, artinya tenaga kerja dapat menggantikan modal dan modal dapat mengganti tenaga kerja.

j. Kurva Produksi Sama (Isoquant)

    Contoh :
    Peursahaan memproduksi 1000 unit barang dengan gabungan tenaga kerja dan modal sebagai berikut :

















k. Garis Biaya Sama (Isocost)

  • Biaya produksi harus diminimumkan untuk menghemat biaya produksi dan memkasimumkan keuntungan
  • Garis biaya sama (isocost) adalah garis yang dapat membantu biaya yaitu garis yang menggambarkan faktor-faktor produksi yang diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu.

Komentar