PASAR OLIGOPOLI

 Universitas Pelita Bangsa

Program Studi S1 Manajemen

Ekonomi Manajerial

Nama : Sofia Maharani

NIM : 112010973

Dosen : Abdul Latif.,SE.,MM

Pasar Oligopoli

Secara sederhana, pasar oligopoli adalah jenis pasar yang memiliki jumlah produsen dan konsumen yang tidak seimbang. Umumnya, jumlah produsen lebih sedikit dibandingkan konsumennya.  Dalam arti lain, pasar oligopoli adalah kondisi pasar di mana komoditas dikuasai oleh beberapa perusahaan. Hal ini membuat persaingan harga di pasar menjadi tidak seimbang.
 
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pasar oligopoli adalah keadaan pasar dengan produsen pembekal barang hanya berjumlah sedikit, sehingga mereka dapat memengaruhi harga pasar atau keadaan pasar yang tidak seimbang karena dipengaruhi oleh sejumlah pembeli.

Ciri-ciri :
  1. Menghasilkan barang standar maupun barang yang berbeda coraknya
  2. Kemampuan menentukan harga ada kalanya kuat ada kalanya lemah
  3. Pada umumnya memerlukan promosi
Barang yang dihasilkan :
  1. Barang standar
    Banyak dijumpai pada industri oligopoli yang menghasilkan bahan mentah (misal aluminium) dan bahan baku (misal semen dan bahan bangunan)
  2. Barang berbeda corak
    Pada umumnya dijumpai pada industri yang menghasilkan barang akhir (rokok, shampoo)
Kemampuan menentukan harga
  1. Lemah
    Jika para oligopoli tidak bekerja sama. Jika seorang oligopolis menurunkan harga maka penjualannya meningkat tetapi segera dibalas oleh pesaingnya.
  2. Kuat
    Jika para oligopolis bekerjasama sehingga harga dapat distabilkan pada harga yang mereka kehendaki.
Membutuhkan media promosi 
  1. Terutama untuk perusahaan yang menghasilkan barang yang berbeda corak.
  2. Menarik pembeli baru dan mempertahankan konsumen lama.
  3. Produsen yang menghasilkan produk standar anggaran iklannya lebih kecil daripada produsen yang menghasilkan produk yang berbeda corak
Kaitan antar perusahaan yang tidak melakukan persepakatan
  1. Dalam pasar oligopolis, penurunan harga dari suatu perusahaan berkecenderungan menyebabkan perusahaan lain melakukan penurunan harga agar tidak kehilangan pelanggan.
  2. Jika terdapat satu perusahaan yang menaikkan harga, perusahaan lain tidak ikut menaikkan harga yang akan berakibat bertambahnya konsumen bagi mereka. 

Kurva permintaan bengkok/patah















Kurva permintaan dan kurva hasil penjualan marginal
















Maksimasi keuntungan oligopolis
  1. Dicapai pada tingkat output dan harga dimana dipenuhi kondisi MC = MR
  2. Karena ada saat-saat MR bergerak vertikal maka harga bersifat tetap (rigid) dan cenderung berada pada harga yang ditetapkan pada permulaannya.
    Gambar Maksimal keuntungan oligopolis
    













 Hambatan masuk industri oligopolis: 

1. Skala ekonomis

    - Makin rendah biaya per unit produksi sehingga harga jual bisa semakin rendah.

    - Jika terdapat permintaan tambahan mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk merebut penambahan tersebut sehingga mereka semakin menguasai pasar

 
2. Perbedaan biaya produksi

    - Karena jumlah output berbeda

    - Biaya bisa berbeda pada tingkat output yang sama

    - Pengetahuan lebih dalam

    - Pekerjanya lebih berpengalaman

    - Akses dana dan bahan baku lebih mudah


3. Keistimewaan hasil produksi 

    - Sangat terkenal (terpercaya)

    - Produknya rumit (complex)

    - Menghasilkan banyak produk yang sejenis

Komentar